MUTU PELAYANAN KESEHATAN POS PELAYANAN TERPADU (POSYANDU) LANJUT USIA (LANSIA) DI KELURAHAN TAMMUA KECAMATAN TALLO KOTA MAKASSAR

Authors

  • Muhammad Yamin Ali Dinas Kesehatan Kota Makassar
  • Muttaqin Muttaqin Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi-Lembaga Administrasi Negara, Makassar
  • Alam Tauhid Syukur Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi-Lembaga Administrasi Negara, Makassar

DOI:

https://doi.org/10.33509/jan.v23i1.81

Keywords:

Quality of Health Care, Elderly, Integrated Services Point (Posyandu)

Abstract

Abstrak

Permasalahan yang dianalisis dalam penelitian ini adalah bagaimana mutu pelayanan Pos Pelayaan Terpadu (Posyandu) lanjut usia (lansia). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu pelayanan kesehatan Posyandu lansia di Kelurahan Tammua Kecamatan Tallo Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif dan dianalisis menggunakan program SPSS versi 23. Survei dilakukan di Kelurahan Tammua Kecamatan Tallo Kota Makassar yang termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Rappokalling. Populasi dalam penelitian ini adalah 1.662 lansia yang telah mendapat pelayanan kesehatan di Posyandu lansia. Penetapan sampel dengan menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling, diperoleh 94 lansia yang terpilih untuk berpartisipasi sebagai responden dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspek struktur (input) yang mencakup: kemampuan petugas, ketersediaan peralatan kesehatan, ketersediaan obat-obatan, kelengkapan sarana penunjang, akses posyandu lansia, dan kenyamanan posyandu lansia dengan nilai rata-rata 4,68 (ketegori bermutu). Aspek proses yang mencakup: hubungan interpersonal, kecepatan pelayanan, pemeriksaan kesehatan, penjelasan petugas, dan pencatatan dengan nilai rata-rata 4,69 (ketegori bermutu). Sedangkan aspek outcome yang mencakup kepuasan lansia dengan nilai rata-rata 4,83 (kategori puas) dan jumlah kunjungan sebanyak 107 (Mei 2015) meningkat menjadi 115 (Mei 2016). Namun, ketersediaan peralatan pemeriksaan gula darah dan hubungan interpersonal harus ditingkatkan. Secara keseluruhan, pelayanan kesehatan Posyandu lansia dapat memenuhi harapan lansia.

Kata Kunci: Mutu Pelayanan Kesehatan, Lanjut Usia (Lansia), Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

Abstract

The problem analysed in the study was about service quality integrated services point (Posyandu) for elderly. The objective of the study was to understand the quality of health care at Posyandu for elderly in Tammua village Tallo district of Makassar city. The study applied a survey method with a quantitative approach and analyzed using SPSS version 23. The survey was undertaken in Tammua village of Tallo sub-district of Makassar city, which was service area of Rappokalling public health centre (Puskesms). Population of the study was 1.662 elderly had received health care in elderly Posyandu. Using non-probably sampling with a purposive sampling technique, 94 elderly were selected to participate as respondents in the study. The results of the study showed that the structure aspect (inputs) consisting of staff ability, availability of health facilities, availability of medicines, availability of supporting facilities, access to the elderly Posyandu, and the comfort of the Posyandu scored 4.68 (categorised as qualify). The process aspect consisting of interpersonal relation, speed of service, medical check, explanations officers, and documentation scored 4,69 (categorised as quality). While the outcome aspect consisting of elderly satisfaction scored 4.83 (categorised as satisfied). The number of elderly visit was 107 (May 2015) increased to 115 (May 2016). However, the availability of facility for blood sugar and interpersonal capability of staff should be improved. In overall, the health care at elderly Posyandu could meet the elderly expectation.

Keywords: Quality of Health Care, Elderly, Integrated Services Point (Posyandu).

References

Assaf. 2009. Mutu Pelayanan Kesehatan Perspektif Internasional. Jakarta: EGC.

Ayubi. 2009. Penilaian Kualitas Pelayanan Puskesmas dengan Model Donabedian: Studi Kasus Puskesmas di Kota Depok. Diakses pada tanggal 7 Maret 2016 jam 19.14 WITA. http://jurnalkesmas.ui.ac.id/index.php/kesmas/article/view/197/197

Azwar. 2010. Pengantar Administrasi Kesehatan. Edisi Ketiga. Tangerang Selatan: Binarupa Aksara Publisher.

Bungin. 2014. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Edisi Kedua. Cetakan Ke-8. Jakarta: Kencana.

Donabedian. 1980. Explorations in Quality assesment and Monitoring. The Defenition of Quality and Approaches to Its Assessment. Volume I. Michigan: Health Administration Press. Ann Arbor.

Donabedian. 1982. Explorations in Quality assesmen anda Monitoring. The Criteria and Standards of Quality. Volume II. Michigan: Health Administration Press. Ann Arbor.

Erpandi. 2015. Posyandu Lansia Mewujudkan Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif. Jakarta: EGC.

Muninjaya. 2015. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. Edisi 3. Jakarta: EGC.

Notoatmodjo. 2011. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.

Rahmawati dan Pudjirahardjo. 2014. Analisis Kepuasan Pasien terhadap Kualitas Pelayanan dengan Teori Donabedian di Instalasi Laboratorium. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Airlangga. Surabaya. Diakses pada tanggal 8 Maret 2016 jam 08.04 WITA. http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-jakib2a38a56c6full.pdf

Wijoyo. 2000. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. Vol. 1. Cetakan Kedua. Surabaya: Airlangga University Press.

Downloads

Published

2017-04-27

How to Cite

Ali, Muhammad Yamin, Muttaqin Muttaqin, and Alam Tauhid Syukur. 2017. “MUTU PELAYANAN KESEHATAN POS PELAYANAN TERPADU (POSYANDU) LANJUT USIA (LANSIA) DI KELURAHAN TAMMUA KECAMATAN TALLO KOTA MAKASSAR”. Jurnal Administrasi Negara 23 (1):20-29. https://doi.org/10.33509/jan.v23i1.81.